Sabtu, 22 September 2018

Kuliner Bakso Garut Terbaru


Kuliner Bakso Garut Terbaru





Dodol menjadi kuliner Garut yang unik.  Beragam varian dodol terus dikembangkan. Kali ini, ada ragam terbaru yakni bakso dodol. 

Berada di Swiss Van Java, kawasan tempat kongkow anak muda Garut saat ini, Anda akan disajikan menu baru dan unik bakso dodol dengan kuah maknyus, serta makanan khas tradisional Garut lainnya.  Tour Murah

Kiki Gumelar, pemilik PT Tama Cokelat Indonesia yang menaungi warung jajalan Dodolism mengatakan, setelah sukses besar dengan konsep cokelat dodol (Chocodot), perusahaan itu terus berinovasi.
Kali ini menjelang datangnya musim panjang lebaran, perusahaannya telah menyiapkan konsep tempat jajanan baru dengan makanan yang lebih nendang di lidah.

"Ada bakso dodol, ayo siapa yang mau mencoba dijamin ketagihan," kata dia dalam Grand Launching Dodolism, Rabu petang, 6 Juni 2018.

Menggunakan konsep meja makan dengan dua kursi saling berhadapan, desain interior dodolism memang didesain layaknya ruang nongkrong anak muda. Namun jangan salah, seluruh menu makanan yang tersedia adalah made in sunda, alias masakan sunda.

"Konsepnya adalam memindahkan makanan rumahan ke sini," ujar dia.

Dengan konsep itu, seluruh pengunjung yang datang bakal semakin betah menikmati sajian menu yang dihidangkan. "Kan bisa sambil meeting juga, bahkan wartawan pun bisa nongkrong,” kata dia.

Untuk tahap awal, menu andalan dodolism adalah bakso dodol, kudapan berbentuk bulat, dengan bahan campuran daging giling dan tepung terigu ini, disulap lebih lezat dengan campuran potongan adonan dodol makanan khas ikon Garut.

"Belum coba kan (bakso dodol), makanya silahkan mencoba di dodolism," ujar Kiki menggoda seluruh tamu yang hadir untuk mencicipi.

Ada tiga pilihan yang bisa anda pesan yakni bakso dodol kaldu, curry dan tomyam. Sementara untuk jenis cemilannya yakni roti wajit, pisang goreng dan singkong goreng. “Saya jamin anda bisa berlama-lama menikmati hidangan kami di sini,” ujarnya.

Sedangkan menu khas buhun yang tetap dipertahankan yakni sayur lodeh, sayur asem, ayam parahyangan renyah Mah Nina, balakutak dodol, bubur ayam ‘Jamila’.
Sedangkan untuk menu minuman, sajian ‘Kopi Nonggeng’, Es Godoboy dan berbagai macam minuman teh, tersedia lengkap di sini.

"Rasanya tidak lengkap kalau kami tidak menyajikan makanan yang unik,"katanya. Kuliner Garut pun kian berwarna. 
Kiki menyatakan, nama Dodolism merupakan gabungan dari kata dodolan atau dalam bahasa Jawa yang berarti berjualan dan isme yang mengandung makna keyakinan, sehingga dodolism merupakan keyakinan untuk berjualan dalam kontek wirausaha.

"Dodolism yang kami bangun ini untuk semua kalangan masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Garut," katanya.

Meskipun nama dodolism terkesan asing, namun kehadirannya diharapkan mampu memberikan ragam pilihan kuliner Garut bagi wisatawan, selama mereka menghabiskan liburannya di kota Intan, sebutan lain Garut.

Satai Kalong Kuliner Legendaris Khas Cirebon



Satai Kalong Kuliner Legendaris Khas Cirebon



Satai Kalong merupakan salah satu kuliner legendaris khas Cirebon. Bentuk dan rasanya berbeda dengan satai kambing maupun ayam. Sayang, kuliner ini semakin sulit ditemukan. Dari informasi yang didapat, penjual satai kalong Cirebon hanya tinggal lima orang.

Sujana, salah satu penjual satai Kalong mengaku hanya tahu di beberapa tempat saja.
"Itu karena kita sudah lama saling kenal dan sepuh semua," kata Sujana, salah seorang penjual Satai Kalong di Jalan Kesambi Dalem Gang Kota Cirebon, Minggu, 19 Agustus 2018. Tour Murah

Sujana mengatakan, Satai Kalong Cirebon sudah ada semenjak puluhan tahun yang lalu. Dia menjelaskan, kuliner tersebut dinamakan Satai Kalong karena selalu berjualan di malam hari. Kalong (Pteropus vampyrus) adalah keluarga kelelawar (chyroptera) yang selalu keluar pada malam hari. Namun, dalam prosesnya, satai tersebut tidak terbuat dari binatang kalong atau kelelawar.

"Satai Kalong khas Cirebon ini adalah sate yang menggunakan daging kerbau atau sapi," jelas kakek yang akrab disapa Joni.

Sujana mengatakan, Satai Kalong Cirebon menawarkan dua rasa daging Kerbau. Yaitu manis dan asin. Untuk rasa manis, daging diolah dan disajikan dengan tusuk sate dibentuk menjadi tipis, pipih namun agak padat.

Tidak terlalu mengenyangkan untuk santap malam hari bagi yang biasa makan dengan porsi banyak. Dilengkapi lontong meskipun tidak banyak.

"Kebanyakan pelanggan suka satai yang manis. Kadang dikasih mentega untuk menambah selera tapi itu semua tergantung pesanan," kata Joni. \Bumbu penyedap satai kalong terbilang sederhana. Bauran kacang yang sudah dihaluskan ditambah gula merah dicampur oncom. Satai pun dibakar seperti biasanya.
Satai kalong Sujana ini dijual Rp 18 rb per kodi, dalam semalam Joni bisa menghasilkan Rp 300 rb.
Joni mengaku, Satai Kalong salah satu kuliner khas menjadi saksi sejarah berkembangnya Cirebon. Dia mengaku berjualan sate kalong sejak tahun 1963. Berbagai peristiwa bersejarah yang ada di Cirebon ia saksikan. 

"Saya jualan sebelum peristiwa PKI dan saya juga tahu bagaimana kencangnya rumor PKI itu buruk. Tapi saya tidak terlalu menanggapi karena saya kan jualan," kata Joni.

Saat itu Joni berjualan di Kampung Pemujudan Kota Cirebon. Tepatnya di belakang sekolah Santa Maria. Seiring berkembangnya Cirebon, Joni pindah berjualan di Kesambi. Belakangan banyak warga Cirebon yang lupa dengan warisan kuliner khas Cirebon. Padahal, katanya, sate kalong ini merupakan bagian dari warisan wisata sejarah kuliner.

"Dulu mah ramai dan hampir setiap orang yang lewat pasti beli satai kalong. Bahkan, tentara pun kalau lagi siaga malam menyempatkan waktu untuk mampir beli satai saya," sebutnya.

Tarsani, pelanggan satai kalong Cirebon mengaku makanan tersebut merupakan warisan kuliner khas daerah. Ia membeli satai kalong Cirebon minimal dua kali dalam satu minggu.

"Bukan cuma di Kesambi saja, di beberapa tempat lain di Cirebon juga saya biasa beli satai kalong," ujarnya.